Sementara kegagalan sistem akibat UPS adalah alasan nomor satu untuk gangguan data center, cybercrime datang dalam waktu dekat. Distribusi Denial of Service, atau serangan DDoS, adalah bentuk serangan cyber yang paling umum di data center.

Menurut temuan survei baru-baru ini oleh Ponemon Institute, biaya yang terkait dengan gangguan di data center yang diakibatkan oleh serangan DoS terus meningkat. Selain biaya downtime, biaya bandwidth yang harus di tanggung akibat serangan DDoS juga ikut meningkat. Oleh karena itu, perusahaan harus menilai ulang keamanan data center atau keamanan penyedia colocation server yang digunakan.

Biaya Rata-Rata Serangan DDoS Semakin Meningkat

Lembaga ini melakukan studi penyebab kelumpuhan data center setiap tahunnya. Studi ini disponsori oleh Emerson Network Power, yang merupakan salah satu vendor peralatan data center terbesar.

Serangan DoS sebagai akar penyebab gangguan data center yang tidak terencana telah meroket selama enam tahun terakhir:

a6854534055f42e38c959c05143a2855
Biaya Akibat Serangan DDoS. Sumber: Ponemon Institute. 2016

Serangan ini bisa sangat mahal bagi perusahaan yang menjadi korban. Sebagian besar biaya akan menuju kegiatan pemulihan dan deteksi. Dari hampir 300 perusahaan yang disurvei, biaya terendah akibat serangan DDoS sekitar $ 14.000 (Rp. 186 juta). Serangan DDoS mengakibatkan biaya tertinggi adalah $ 2,35 juta atau sekitar Rp. 31 Milyar.

Dari 32 persen dari survei insiden serangan DoS yang dilaporkan, data center perusahaan-perusahaan tersebut mengalami pemadaman parsial. Sementara 17 persen menderita kelumpuhan total. Studi ini mempertimbangkan penurunan satu atau beberapa server kelumpuhan parsial:

Biaya Rara-rata Serangan DDoS
Biaya Rara-rata Serangan DDoS. Sumber: Ponemon Institute. 2016

Tingkat kelumpuhan data center mempengaruhi biaya bagi perusahaan yang menjadi korban.

  • Biaya rata-rata serangan DDoS yang tidak menyebabkan kelumpuhan adalah $ 36.800 atau sekitar Rp. 490 juta.
  • Biaya rata-rata serangan DDoS yang menyebabkan kelumpuhan sebagian adalah $ 302.920 atau sekitar Rp. 4 milyar.
  • Biaya rata-rata serangan DDoS yang menyebabkan kelumpuhan total adalah $ 610.300 atau sekitar Rp. 8 milyar.

Studi tersebut juga menemukan bahwa perusahaan yang berhasil menghindari kelumpuhan setelah terkena serangan DDoS memiliki beberapa karakteristik umum. Mereka memilki struktur kontrol komando dan kontrol, redundansi data center yang tinggi, alat intelijen jaringan, intelijen ancaman lanjutan, rencana tanggapan insiden yang terdefinisi dengan baik, dan penerapan alat anti-DoS oleh perusahaan.

Jika anda telah menilai ulang kehandalan infrastruktur IT di perusahaan anda, anda dapat mengandalkan data center yang memberikan jasa keamanan infrastruktur IT karena mereka biasanya selalu update dengan perkembangan terbaru terhadap berbagai ancaman cyber.

Advertisements