Sebagai seorang developer atau seseorang yang pekerjaaannya berhubungan dengan dunia IT, kata DevOps pasti sudah tak asing lagi bagi Anda. Meski demikian, bagi orang awam, jangankan kata DevOps, mungkin kata developer saja sudah asing. Inilah mengapa pada artikel kali ini, Anda akan mendapat penjelasan yang singkat dan sederhana tentang kegunaan alat DevOps. Alat DevOps ada bermacam-macam dan salah satunya dalah Ansible.

Apakah fungsi alat DevOps yang bernama Ansible tersebut?

Anda akan mendapat penjelasannya di bawah ini. Namun sebelumnya, aka nada pula penjelasan tentang DevOps secara umum sehingga Anda dapat lebih jelas saat membaca tentang Ansible. Berikut penjelasannya.

  1. Pengertian DevOps

Dikutip dari situs Wikipedia, DevOps dapat dikatakan sebagai campuran dari dua buah kata yaitu kata “development” dan kata “operations”. Kedua kata ini menunjukkan tugas-tugas yang berkaitan dengan dunia programming yaitu tugas developing atau mengembangkan yang biasanya dipegang oleh para developer dan tugas operating atau pengoperasian yang biasanya berkaitan dengan hal-hal operasional dan dipegang oleh staf IT. Tugasnya bisa seperti manajemen server atau mengunggah file koding. Staf IT juga kadang bertugas untuk mengetes kualitas suatu program (semacam QA atau Quality Assurance).

  1. Tugas DevOps

Setelah mendapat penjelasan singkat di atas tentang pengertian baik bagian developer maupun bagian operation, sekarang menjadi lebih mudah bagi Anda untuk memahami kegunaan alat DevOps. Ya, tugas dan kegunaan DevOps adalah menjadi semacam jembatan penghubung yang menghubungkan bagian koding, server, dan tester. DevOps ini penting bagi perusahaan software developer yang memiliki produk yang harus dirilis secara berkala. Dalam lingkungan DevOps, banyak hal yang harus diaktifkan secara otomatis agar programmer tidak usah melakukan tugas berulang-ulang. Dengan DevOps banyak hal yang dapat diaktifkan secara otomatis sehingga pastinya dapat menghemat waktu. Ada beberapa tools yang berkaitan dengan fungsi DevOps seperti yang sudah dijelaskan di atas. Beberapa yang dianggap mumpuni adalah sebagai berikut: Docker, Selenium, Jenkins, Bamboo, Travis CI, Chef, Puppets, dan pastinya adalah Ansible.

  1. Pengertian dan Kegunaan Ansible

Dalam dunia software developing maupun programming, tak jarang Anda harus berkutat dengan server dalam jumlah besar, Banyak tool DevOps yang tidak mumpuni saat digunakan untuk menangani server dalam jumlah besar. Namun, Anda tak perlu khawatir soal ini karena sudah ada Ansible. Saat menangani server dalam jumlah yang cukup besar, Ansible memberikan kita jalan untuk membuat penanganan server (meski dalam jumlah besar) menjadi lebih efisien. Dengan tool Ansible ini, kita akan membuat penangan server menjadi lebih otomatis dan simpel. Tidak diperlukan effort atau usaha secara manual. Jadi, secara singkat, Ansible adalah salah satu jenis CMT atau Configuration Management Tools yang dapat digunakan untuk mengubah proses infrastructure management atau menejemen infrastruktur dari suatu program dari manual menjadi otomatis. Selain itu, Ansible juga dapat digunakan untuk mengubah proses deployment atau penempatan dari manual ke otomatis. Terakhir, alat ini juga berfungsi untuk mengubah membuat configuration management atau menejemen konfigurasi dari suatu program dari manual menjadi otomatis.

  1. Kelebihan Tool Ansible

Banyak sekali kelebihan dari tool Ansible. Namun, ada beberapa di antaranya yang termasuk menonjol. Salah satu kelebihan Ansible yang menonjol jika dibandingkan dengan DevOps tools yang lainnya adalah cara kerjanya. Cara kerja tool Ansible ini termasuk simpel dan mudah dilakukan. Saat menggunakan Ansible, alat ini akan secara otomatis terhubung dengan server. Kemudian, koneksi akan diproses menggunakan SSH connection. Sambungan ini akan menghasilkan push simple program yang sering juga disebut dengan istilah Ansible Modul. Saat tool Ansible sudah selesai digunakan, maka Ansible Modul ini akan secara otomatis terhapus dari server (sistem fana).

Itulah beberapa penjelasan singkat tentang DevOps dan Ansible. Untuk para pengguna colocation server, tentunya penjelasan di atas sudah cukup untuk memberikan setidaknya gambaran tentang apa itu DevOps dan apa itu Ansible. Juga kegunaannya dalam mengelola server anda di pusat colocation Indonesia. Anda juga sudah setidaknya tahu sedikit tentang kegunaan alat DevOps untuk monitoring seperti PRTG, Nagios, Dll. Nah, untuk para programmer, tentunya penjelasan di atas sudah tak asing lagi bagi Anda. Namun, penjelasan di atas dapat digunakan sebagai acuan dari banyak materi tentang hal-hal yang Anda lakukan sehari-hari yaitu programming.

Advertisements